Jumat, 13 April 2012

AYAH

Ayah,
Tak kau kenal lelahnya kaki mu melangkah,
tak kau pedulikan terik matahari yang membakar seluruh tubuh mu,
Tak pedulikan raga mu untuk bekerja keras berbanting tulang ,
Dan kau pun tak pernah berhenti, walau raga mu telah habis terguyur hujan..
Demi aku, anakmu, dan keluarga mu..

Ayah,
Kau pun tau, ku selalu menanti mu,
dan ku sedih ketika ku tertidur tanpa ku mendengar kata dari hati mu untuk memanggil ku.
Ketika jiwa raga, kau pertaruhkan demi sesuap nasi tuk menjalankan kewajiban mu,
bertarung melawan hantaman demi hantaman hujan,
bertarung melewati terik panas nya matahari,
dan bertarung demi anak dan keluarga mu..

Sekarang kau tak mampu untuk melawan kerasnya dunia ini,
karena kau tak gagah seperti dulu,,
kini kau hnaya bisa terbaring lemah, menunggu hal yang tak pasti..
Menunggu tuk bisa melihat indahnya pagi hari dan menghirup udara segar..

Dan akhirnya kau pun telah leleh termakan oleh kehidupan,
berpulang ke tempat abadi,
Ke tempat dimana kau takkan meraskan lelah,
dan sekarang yang kau rasakan hanyalah tenang, damai , dan tentram

Rabu, 04 April 2012

FILING

Ffing Sistem
   Dalam sistem prosedur sipil, aturan pengajuan bisa wajib atau permisif. Dalam sistem pengarsipan wajib, semua dokumen penting hukum dipertukarkan antara pihak juga diajukan kepada pengadilan, sedangkan pada sistem pengarsipan yang permisif, tidak ada yang perlu diajukan sampai kasus mencapai titik di mana manajemen peradilan langsung mutlak diperlukan (seperti ambang percobaan). 
   Misalnya, pengadilan federal Amerika Serikat beroperasi pada sistem pengarsipan wajib (dengan pengecualian kecil untuk pertukaran penemuan yang paling rutin) [1] Sebaliknya, negara bagian New York yang terkenal karena sistem pengarsipan permisif, yang diubah pada. 1992 tapi sebagian besar masih beroperasi dalam bentuk tradisional di pengadilan yang lebih rendah tertentu [2]. 
   Pengajuan juga dapat merujuk kepada penyerahan formulir untuk sebuah badan pemerintah, dengan atau tanpa biaya yang menyertainya.

Filing metode
  Pengajuan secara tradisional telah dilakukan dengan mengunjungi seorang pegawai di sebuah jendela arsip, membayar biaya pengajuan secara tunai, cek, atau kartu kredit, dan mengirimkan dokumen yang akan diajukan dalam rangkap tiga duplikat atau bahkan. Untuk setiap dokumen diajukan, panitera memeriksa dokumen untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan pengadilan pada bagaimana dokumen hukum harus diformat, memverifikasi bahwa filer belum dinyatakan sebagai penggugat menjengkelkan, dan menegaskan bahwa jumlah kasus dan keterangan adalah untuk berlaku kasus. Selanjutnya, panitera kemudian prangko kedua salinan dengan cap besar yang menunjukkan nama pengadilan dan tanggal dokumen itu diajukan, kemudian membuat satu salinan untuk file pengadilan dan mengembalikan satu salinan ke filer untuk catatan sendiri filer ini. Dalam pengadilan yang memerlukan pengajuan rangkap tiga, salinan ketiga kemudian diambil (baik dengan petugas atau dengan filer) ke kamar atau ruang sidang hakim yang ditugaskan untuk kasus ini. Petugas itu kemudian menambahkan dokumen ke map untuk kasus serta batas waktu yang terkait atau peristiwa.   Jika dokumen adalah permohonan yang pertama kali diajukan dalam kasus (biasanya keluhan), petugas pengadilan juga memberikan nomor kasus baru dan membuka file baru untuk kasus ini.  Sebuah fenomena yang lebih baru pengajuan elektronik, di mana pengacara cukup meng-upload dokumen Portable Document Format elektronik ke situs Web aman dipelihara baik oleh pengadilan (misalnya, AS memiliki GT / ECF) atau dengan layanan komersial swasta seperti LexisNexis. Hal ini mudah dalam banyak pengadilan sekarang dapat menerima pengajuan setiap saat, bukan hanya selama jam kerja biasa. Di mana e-filing berlaku, filer ini biasanya diperlukan untuk mengajukan "courtesy copy" (yaitu, salinan kertas konvensional) di ruang hakim yang ditugaskan pada hari kerja berikutnya. Salinan milik pengajuan tersebut hanya digunakan untuk menentukan gerakan pada masalah dan dibuang ketika tidak lagi diperlukan, karena file elektronik sekarang menguasai salinan pengadilan dari file kasus.  Sebuah pengadilan progresif beberapa, seperti Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Nevada, sekarang bekerja terutama dengan file elektronik dan telah menghapuskan kebutuhan kesopanan salinan untuk pengajuan kecil di bawah sejumlah halaman tertentu.
  
Filing Biaya
  Umumnya, biaya pengajuan kontroversial karena mereka menghalangi akses ke pengadilan. Meskipun berperkara Amerika mengeluh tentang biaya sepanjang waktu (misalnya, harganya $ 400 sampai mengajukan keluhan di Los Angeles), sistem Amerika dianggap cukup penggugat-friendly dengan pengacara. 
  Banyak sistem hukum telah mengajukan biaya untuk keluhan yang sebanding dengan jumlah dicari. Dengan demikian, semakin besar kerusakan yang ditemukan, semakin tinggi biaya ke file. 
  Bahkan ketika seseorang berusaha pengabaian untuk biaya tidak adil, pengadilan cenderung mengesampingkan hanya jumlahnya lebih dari total aset penggugat, dengan hasil buruk itu hanya untuk memulai kasus berjasa, seorang penggugat sudah terluka parah atau rusak mungkin harus bangkrut . Ketidakadilan yang melekat pada sistem ini sebagai benar-benar diterapkan di Austria menghasilkan keputusan Mahkamah Agung AS, Republik Austria v Altmann (2004).

Minggu, 18 Maret 2012

komunikasi dalam organisasi

  Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.
  Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
  Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.

 Dalam kehidupan organisasi terdiri dari berbagai unsur, yang mempunyai maksud dan tujuan agar organisasi yang dimilikinya tetap dipertahankan dan diarahkan demi untuk perkembangan yang lebih dinamis.
Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi, terbagi kepada tiga bentuk:
1. Komunikasi vertikal
Bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya. Artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan, dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.
Fungsi komunikasi ke bawah digunakan pimpinan untuk:
a. Melaksanakan kebijaksanaan, prosedur kerja, peraturan, instruksi, mengenai pelaksanaan kerja bawahan.
b. Menyampaikan pengarahan doktrinasi, evaluasi, teguran.
c. Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksaan organisasi, insentif.
 Seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya, dan memahami cara-cara mengambil kebijaksanaan, terhadap bawahannya.
Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan organisasi yang memiliki jiwa kepemimpinan. Kedua hal terseut merupakan modal utama untuk kemajuan organisasi yang dipimpinnya.

Fungsi komunikasi ke atas digunakan untuk:
a. Memberikan pengertian mengenai laporan prestasi kerja, saran, usulan, opini, permohonan bantuan, dan keluhan.
b. Memperoleh informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan bawahan dari tingkat yang lebih rendah.
Bawahan tentulah berharap agar ide, saran, pendapat, tanggapan maupun kritikannya dapat diterima dengan lapang dada, dan hati terbuka oleh pimpinan.

2. Komunikasi horizontal
Bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dsbnya. Komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal.
Fungsi komunikasi horizontal/ke samping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.

3. Komunikasi diagonal
Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Dalam arti pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain.
Fungsi komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain. 
Jadi pada garis besarnya setiap organisasi kepemimpinan di dalam melaksanakan dan kewajiban diperlukan pengertian yang sama diantara dua pihak yaitu atasan dan bawahan. Karena hal tersebut akan lebih memberi dorongan semangat dan gairah kerja untuk dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, artinya mengembangkan suatu kerja sama demi mewujudkan hasil kerja untuk mencapai tujuan organisasi.
Melalui jalur hierarkhi/tingkatan seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya secara baik, sehingga dapat membangkitkan minat dan gairah kerja disertai komunikasi yang baik untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Dalam penerapannya komunikasi dapat dilakukan secara formal dan informal. Umumnya komunikasi formal ada dalam setiap organisasi dan dapat terjadi antar personal dalam organisasi melalui jalur hirarkhi dengan prinsip pembagian tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Komunikasi formal merupakan suatu sistem dimana para anggotanya bekerjasama secara tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Komunikasi formal pada dasarnya berhubungan dengan masalah kedinasan. Komunikasi informal adalah kebalikan dari komunikasi formal biasanya terjadi dengan spontan sebagai akibat dari adanya persamaan perasaan, kebutuhan, persamaan tugas dan tanggung jawab. Komunikasi informal pada pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu, ruang dan tempat, kadang-kadang komunikasi informal lebih berhasil, dan peranannya tidak kalah penting, karena dapat disampaikan setiap saat, asalkan bermanfaat untuk kemajuan organisasi. Namun penyampaiannya kurang sistematis, karena pertumbuhan dan penyebarannya tidak teratur.
Kadang-kadang seorang pimpinan selalu beranggapan bahwa keberadaan organisasi informal merupakan suatu hal yang janggal, yang merupakan akibat gagalnya komunikasi formal yang memunculkan ketidakstabilan organisasi formal. Bentuk komunikasi informal dapat berupa pertemuan yang tidak direncanakan, seperti: bertemu dan ngobrol di kantin pada jam makan siang, di resepsi, atau pertemuan lainnya. Komunikasi informal ini mempunyai hal-hal yang positif, seperti:
a. Bila jalan yang ditempuh melalui komunikasi formal melewati hambatan, dengan terpaksa digunakan komunikasi informal.
b. Dalam suasana konflik dan penuh ketegangan.
c. Sebagai sarana komunikasi.
Dari kedua bentuk komunikasi tersebut di atas, setiap pimpinan harus dapat menempatkan diri agar tidak timbul perasaan suka atau tidak tidak suka. Pimpinan harus mencari dan melaksanakan nilai-nilai positif dari hubungan-hubungan tersebut. Ukuran sukses tidaknya seorang pimpinan terletak pada bagaimana pimpinan memadukan nilai positif yang dihasilkan dari komunikasi formal dan informal.
Setiap bawahan dari suatu organisasi tentunya mempunyai motivasi. Adanya kebutuhan, keinginan, ketegangan, ketidaksenangan dan harapan termasuk ke dalam motivasi.
Pimpinan juga harus dapat memotivasi bawahannya, misalnya memberikan apresiasi, perlakuan yang adil, dan suasana kerja.

sumber:
http://www.batan.go.id/mediakita/current/mediakita.php?group=Inovasi&artikel=inv2

Sabtu, 17 Maret 2012

Tata kerja, Prosedur kerja, dan Sistem kerja

- Tata kerja
 merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau
bias mencapai tingkat efisien yang maksimal.

- Prosedur
 merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau menuju mana, kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

- Sistem
 merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

prinsip – prinsip yang harus dipakai dalam penggunaan tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja. Apa kegunaan prinsip – prinsip tersebut bagi pelaksanaan kegiatan ketiga hal tersebut.

- Tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja harus disusun dengan memperharikan segi – segi tujuan, fasilitas, peralatan, material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam, dan sifat dari tugas atau pekerjaan.

- Untuk mempersiapkan hal – hal itu dengan setepat – tepatnya makaharuslah terlebih dahulu dipersiapkan adanya penjelasan tentang tujuan pokok organisasi, skema, klasifikasi jabatan, analisa jabatan, unsur kegiatan organisasi dan semacamnya.

- Pilih salah satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya. Selanjutnya harus dibuat dan dijelaskan daftar dari tiap – tiap detail pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas yang termaksud.

- Dalam penetapan tahap demi tahap dalam rangkaian pekerjaan maka antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya harus betul – betul terdapat saling hubungan yang sangat erat yang keseuruhannya menuju kea rah satu tujuan.

- Dan tiap – tiap tahap itu harus betul – betul merupakan suatu kerja yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksud.

- Harus ditetapkan pula skill atau kecakapan dan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas termaksud. Jadi ini dimaksudkan untuk tidak memperpanjang prosedur kerja.

- Tata kerja, procedur kerja, dan system kerja itu harus disusun sedemikian rupa sehingga memiliki stabilitas dan fleksibilitas..

- Perlu diperhatikan bahwa penyusunan system, prosedur, dan tata kerja harus selalu disesuaikan dewngan kemajuan jaman dan teknologi, jadi haru dijaaga updateednessnya.

- Untuk penggambaran tentang penerapan sesuatu prosedur tertentu sebaiknya dipergunakan tanda – tanda atau symbol dan skema atau bagan prosedur dengan setepat – tepatnya.

- Untuk menjamin tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja yangsetepat – tepatnya, maka adanya buku – buku pedoman ( manuals ) tentang hal – hal itu mutlak perlu dipersiapkan.
Mengapa dalam tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harusselalu disusun untuk memiliki sifat stabilitas dan fleksibilitas.

Jelaskan dan beri contoh!

- Stabilitas

maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan kerja.

- Fleksibilitas

artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus luwesyaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian tugas.

Contoh :

Salah seoerang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin ma
cet,maka pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.Jelaskan pengertian updateness suatu penyusunan system, prosedur dan tata kerja!

Bahwa tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harus selalu mengikuti perkembangan ( up to date ) dan kemajuan jaman dan teknologi.

 Mengapa tata kerja, system kerja maupun prosedur kerja merupakan satu kesatuan yang bulat, jelaskan secara singkat!

 ketiga – tiganya merupakan tindak lanjut dalam rangka pelaksanaan suatu bidang pekerjaan tertentu. perbedaan pengertian antara tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja. yaitu :

 - Tata kerja
 merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau bias mencapai tingkat efisien yang maksimal.

- Prosedur
 merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau menuju mana, kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

- Sistem

 merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadisatu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

 prinsip – prinsip yang harus dipakai dalam penggunaantata kerja, system kerja, dan prosedur kerja. Apa kegunaan prinsip – prinsip tersebut bagi pelaksanaan kegiatan ketiga hal tersebut.

- Tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja harus disusundengan memperharikan segi – segi tujuan, fasilitas, peralatan, material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam, dan sifat dari tugas atau pekerjaan.

- Untuk mempersiapkan hal – hal itu dengan setepat – tepatnya maka haruslah terlebih dahulu dipersiapkan adanya penjelasan tentang tujuan pokok organisasi, skema, klasifikasi jabatan, analisa jabatan, unsur kegiatan organisasi dan semacamnya.

- Pilih salah satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya. Selanjutnya harus dibuat dan dijelaskan daftar dari tiap – tiap detail pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas yang termaksud.

- Dalam penetapan tahap demi tahap dalam rangkaian pekerjaan maka antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya harus betul – betul terdapat saling hubungan yang sangat erat yang keseuruhannya menuju kea rah satu tujuan.

- Dan tiap – tiap tahap itu harus betul – betul merupakan suatu kerja yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksud.

- Harus ditetapkan pula skill atau kecakapan dan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas termaksud. Jadi ini dimaksudkan untuk tidak memperpanjang prosedur kerja.

- Tata kerja, procedur kerja, dan system kerja itu harus disusun sedemikian rupa sehingga memiliki stabilitas dan fleksibilitas..

- Perlu diperhatikan bahwa penyusunan system, prosedur, dan tata kerja harus selalu disesuaikan dewngan kemajuan jaman dan teknologi, jadi haru dijaaga updateednessnya.

- Untuk penggambaran tentang penerapan sesuatu prosedur tertentu sebaiknya dipergunakan tanda – tanda atau symbol dan skema atau bagan prosedur dengan setepat – tepatnya.

- Untuk menjamin tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja yangsetepat – tepatnya, maka adanya buku – buku pedoman ( manuals ) tentang hal – hal itu mutlak perlu dipersiapkan.

Mengapa dalam tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harus selalu disusun untuk memiliki sifat stabilitas dan fleksibilitas.

contoh!

 - Stabilitas
maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan
kerja.

- Fleksibilitas
 artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus luwes yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian tugas.

Contoh :

Salah seoerang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet, maka pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan. Jelaskan pengertian updateness suatu penyusunan system, prosedur dan tata kerja!
Bahwa tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harus selalu mengikuti perkembangan ( up to date ) dan kemajuan jaman dan teknologi.

sumber:
-  http://beebobie.blogspot.com/2009/12/tata-kerja-prosedur-kerja-dan-sistem.html

RECORD RETENTION SCHEDULE

Adalah suatu kebijakan yang harus dilakukan dalam rangka proses management, dimana berhubungan dengan penggolongan secara langsung untuk melakukan pemilihan distribusi atau disposisi dari record yang perlu disimpan maupun record yang harus dimusnahkan.
Record juga perlu di golong-golongkan, hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah dalam melakukan pemilihan dan menentukan kapan suatu record akan di simpan dan dimusnahkan, berikut adalah penggolongan record – recordnya :
  • Non Essential
Atau bisa di sebut dengan ‘record tidak penting’, record ini ditujukan pada surat – surat catatan – catatan atau laporan – laporan atau nota – nota, atau slip – slip pendaftaran pegawai,dll yang hanya digunakan dalam waktu singkat atau bahkan hanya beberapa menit saja.
  • Helpful
Atau dapat disimpulkan ‘record yang dapat dimanfaatkan’. Disini record tersebut tidak berfungsi secara jangka panjang, dan memiliki masa expired, dan akan berguna pada saat masa expired belum tercapai. Jika sudah expired, maka record ini dapat dimusnahkan, record – record yang di maksud adalah :
  • Surat Undangan
  • Dokumen periodic
  • Surat keterangan ijin sakit
  • Surat dinas cabang perusahaan.
  • Important
Atau bisa disebut ‘record yang penting’. Biasanya mempunyai jangka waktu reltive lama (hingga 4 sampai 5 tahun), dan record ini perlu peninjauan secara terus menerus. Yang termasuk dalam record ini adalah :
  • Dokumen penjualan
  • Laporan keuangan
  • Wesel tagih, dll
  • Vital
Atau record sangat penting, record ini tidak akan dimusanahkan mengingat fungsi primary dari record ini. Bisa dibilang record ini adalah record hidupmatinya perusahaan karena memang diperlukan sampai perusahaan itu bangkrut. Berikut adalah record – record yang dimaksud :
  • Surat akte pendirian perusahaan
  • Surat perjanjian kontrak
  • Surat asuransi
  • Surat hak milik perusahaan, dll.

Share mengenai Record Reterntion Schedule
Sedikit share mengenai adanya record retention schedule ini dalam kehidupan yang saya jalankan setiap hari. Sebelum ke intinya, saya ingin cerita dulu mengenai kerjaan saya setiap hari. Saya kerja sebagai programmer dan DBA dalam suatu software house swasta di Jakarta Barat. Product yang kami buat adalah ‘core’ khusus untuk perusahaan multifinance. Dikatakan ‘core’ karena memang aplikasi yang kami buat digunakan untuk sehari – hari oleh perusahaan multifinance, mulai managing customer baru sampai schedule kredit, sampai customer tersebut selesai (dengan baik atau bahkan selesai dengan buruk artinya kendaraan di Repo karena tak bisa membayar cicilan sesuai schedule).
Aplikasi yang saya buat terdiri dari 10 module sesuai dengan department masing – masing, diantara 10 module tersebut ada 1 module dengan nama Asset document Maintenance yang isinya adalah maintenance record – record seperti yang sudah dijelaskan diatas. Mengapa sampai di buat 1 module khusus untuk maintenance record ? karena sebegitu pentingnya record yang dimaintenance. Dalam module itu tertera status dari masing – masing document, jadi sampai kapanpun record tersebut harus diketahui keberadaanya, kemudian history – history bagi record yang sudah release (sudah diserahkan pada customer) juga masih tersimpan rapih di dalam database. Jadi kalau saya menanggapi mengapa sampai ada module RECORD RETENTION SCHEDULE ini adalah menyadarkan semua orang bahwa record – record yang dianggap penting harus di maintenance, jadi sampai record tersebut sudah selesai fungsinya kita bisa pastikan statusnya dan bisa memusnahkan secara tegas (tidak ragu-ragu apakah masih berfungsi atau tidak record ini).

sumber: http://coursemean.wordpress.com/2011/11/23/record-retention-schedule/

Jumat, 30 Desember 2011

PENGAWASAN MENAJEMEN

Devinisi pengawasan:
Menurut Robert J. Mockler pengawasan yaitu usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasai dan mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan efektif dan efisien.
Pengendalian / Pengawasan adalah proses mengarahkan seperangkat variable / unsure ( manusia, peralatan, mesin, organisasi ) kearah tercapainya suatu tujuan atau sasaran manajemen.
Pengendalian dan pengawasan diperlukan untuk mengetahui apakah pelaksanaan suatu kegiatan dalam organisasi sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah digariskan atau ditetapkan.
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai : “… the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”.
Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu :
(a) penetapan standar pelaksanaan
(b) penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
(c) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata;
(d)pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
(e) pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan.
Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen.
Fungsi Pengawasan:
Yaitu suatu proses untuk menetapkan pekerjaan yang sudah dilakukan, menilai dan mengoreksi agar pelaksanaan pekerjaan itu sesuai dengan rencana semula.

TAHAPAN-TAHAPAN PROSES PENGAWASAN
1. Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang
digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum
yaitu :
a. standar phisik
b. standar moneter
c. standar waktu
2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat
3. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan l laporan, metode, pengujian, dan sampel.
4. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagai manajer.
5. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.
BENTUK-BENTUK PENGAWASAN
1. Pengawasan Pendahulu (feeforward control, steering controls)
Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum kegiatan terselesaikan. Pengawasan ini akan efektif bila manajer dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang perubahan yang terjadi atau perkembangan tujuan.
2. Pengawasan Concurrent (concurrent control)
Yaitu pengawasan “Ya-Tidak”, dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
3. Pengawasan Umpan Balik (feedback control, past-action controls)
Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.
METODE-METODE PENGAWASAN
Metode-metode pengawasan bisa dikelompokkan ke dalam dua bagian; pengawasan non-kuantitatif dan pengawasan kuantitatif
a. Pengawasan Non-kuantitatif
Pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik-teknik yang sering digunakan adalah:
1) Pengamatan (pengendalian dengan observasi). Pengamatan ditujukan untuk mengendalikan kegiatan atau produk yang dapat diobservasi
2) Inspeksi teratur dan langsung. Inspeksi teratur dilakukan secara periodic dengan mengamati kegiatan atau produk yang dapat diobservasi.
3) Laporan lisan dan tertulis. Laporan lisan dan tertulis dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat disertai dengan feed-back dari bawahan dengan relatif lebih cepat.
4) Evaluasi pelaksanaan.
5) Diskusi antara manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan. Cara ini dapat menjadi alat pengendalian karena masalah yang mungkin ada dapat didiagnosis dan dipecahkan bersama.
6) Management by Exception (MBE). Dilakukan dengan memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi. Teknik tersebut didasarkan pada prinsip pengecualian. Prinsip tersebut mengatakan bahwa bawahan mengerjakan semua kegiatan rutin, sementara manajer hanya mengerjakan kegiatan tidak rutin

b. Pengawasan Kuantitatif
Pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dapat dipakai dalam pengawasan kuantitatif adalah:
1) Anggaran
- anggaran operasi, anggaran pembelanjaan modal, anggaran penjualan, anggaran kas
- anggaran khusus, seperti planning programming, bud getting system (PBS), zero-base
budgeting ( ZBB ), dan human resource accounting ( HRA )
2) Audit
- Internal Audit
Tujuan : membantu semua anggota manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab
mereka dengan cara mengajukan analisis, penilaian, rekomendasi dan komentar
mengenai kegiatan mereka.
- Ekternal Audit
Tujuan : menetukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar
keadaan keuangan dan hasil perusahaan, pemeriksaan dilakasanakan oleh pihak yang
bebas dari pengaruh manajemen.
3) Analisis break-even
Menganalisa dan menggambarkan hubungan biaya dan penghasilan untuk menentukan
pada volume berapa agar biaya total sehingga tidak mengalami laba atau rugi.
4) Analisis rasio
Menyankut dua jenis perbandingan
1. Membandingkan rasia saat ini dengan rasia-rasia dimasa lalu
2. Membandingkan rasia-rasia suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis
5) Bagian dari Teknik yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan, seperti :
1. Bagan Ganti
Bagan yang mempunyai keluaran disatu sumbu dan satuan waktu disumbu yang lain
serta menunjukan kegiatan yang direncanakan dan kegiatan yang telah diselesaikan
dalam hubungan antar setiap kegiatan dan dalam hubunganya dengan waktu.
2. Program Evaluation and Reviw Technique (PERT)
Dirancang untuk melakukan scheduling dan pengawasan proyek – proyek yang
bersifat kompleks dan yang memerlukan kegiatan – kegiatan tertentu yang harus
dijalankan dalam urutan tertentu dan dibatasi oleh waktu.
Syarat-syarat untuk menjalankan pengawasan yang baik, yakni :
1. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan.
2. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.
3. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan.
4. Pengawasan harus obyektif,teliti,dan sesuai dengan standard yang digunakan.
5. Pengawasan harus luwes atau fleksibel.
6. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi.
7. Pengawasan harus ekonomis.
8. Pengawasan harus mudah dimengerti.
9. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan atau koreksi.
Agar pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik,
maka pengawasan harus:
•    Ekonomis
•    Mudah dimengerti
•    Adanya tindakan koreksi
•    Melaporkan penyimpangan yang mungkin terjadi
Tujuan dilaksanakan pengawasan adalah :
a. untuk menjadikan pelaksanaan dan hasil kegiatan sesuai dengan rencana dan tujuan.
b. Untuk memecahkan masalah
c. Untuk mengurangui resiko kegagalan suatu rencana
d. Untuk membuat perubahan – perubahan maupun perbaikan – perbaikan.
e. Untuk mengetahui kelemahan – kelemahan pelaksaannya
PELAKU ATAU PELAKSANA PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN :
Pengawasan dan Pengendalian dilakuakan oleh :
a. Pihak manajemen pada masing – masing fungsi organisasi.
b. Pihak luar manajemen ( Auditor )
Jenis-Jenis Pengawasan
Jenis-jenis pengawasan dapat ditinjau dari 3 segi
a. Waktu
b. Obyek
c. Subyek

a. Pengawasan dari segi waktu
Pengawasan dari segi waktu dapat dilakukan secara preventif dan secara reprensif. Alat
yang dipakai dalam pengawasan ialah perencanaan budget, sedangkan pengawasan
secara repensif alat budget dan laporan.
b. Pengawasan dilihat dari segi obyektif
Pengawasan dari segi obyektif ialah pengawasan terhadap produksi dan sebagainya.
Ada juga yang mengatakan karyawan daru segi obyek merupakan pengawasan secara
administratif dan pengawasa operatif. Contoh pengawasan administratif ialah
pengawasan anggaran, inspeksi, pengawasan order dan pengawasan kebijaksanaan.
c. Pengawasan dari segi subyek
Pengawasan dari segi subyek terdiri dari pengawasan intern dan pengawasan ekstern.
Pengawasan Intern
Pengawasan intern dalam perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian pengawasan perusahaan (internal auditor). Laporan tertulis dari bawahan kepada atasan pada umumnya terdiri dari :
a. Laporan harian
b. Laporan mingguan
c. Laporan Bulanan
d. Laporan khusus
e. Laporan harian
Pengawasan Ekstern
Pengawasan ekstren dilakukan oleh akuntan publict (certified public accountant). publikasi laporan neraca dan rugi laba yang menyebabkan jalannya perusahaan wajibdi periksa oleh akuntan publik.
Adapun pemeriksaan yang umum dilakukan oleh akuntan publik dapat dibagi jadi 4 golongan
a. Pemeriksaan umum
Pemeriksaan umum atau general audit adalah pemeriksaan rutin tentang kebenaran
data administrasi perusahaan.
b. Pemeriksaan khusus
Pemeriksaan khusus atau spesical anfestigation adalah suatu pemeriksaan khusus yang
yang ditugaskan kepada akuntan public.
c. Pemeriksaan Neraca
Pemeriksaan neraca dikenal juga drngan balance sheet audit artinya suatu pemeriksaan
khusus terhadap neraca perusahaan.
d. Pemeriksaan sempurna Suatu pemeriksaan semputna (detail audit) berhubungan erat
dengan pemeriksaan khusus.

Perancangan Proses Pengawasan
William H. Newman menetapkan prosedur sistem pengawasan, dimana dikemukakan lima jenis pendekatan, yaitu :

1. Merumuskan hasil diinginkan, yang dihubungkan dengan individu yang melaksanakan.
2. Menetapkan petunjuk, dengan tujuan untuk mengatasi dan memperbaiki
penyimpangan sebelum kegiatan diselesaikan, yaitu dengan :
a. pengukuran input
b. hasil pada tahap awal
c. gejala yang dihadapi
d. kondisi perubahan yang diasumsikan
3. Menetapkan standar petunjuk dan hasil, dihubungkan dengan kondisi yang dihadapi.
4. Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik, dimana komunikasi pengawasan
didasarkan pada prinsip manajemen by exception yaitu atasan diberi informasi bila
terjadi penyimpangan dari standar.
5. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi, bila perlu suatu tindakan diganti

sumber:http://jajusuf.blogspot.com/2009/11/manajemen-umum-pengawasan.html

Selasa, 20 Desember 2011

cerpen

piknik
Para pelancong mengunjungi kota kami untuk menyaksikan kepedihan. Merekadatang untuk menonton kota kami yang hancur. Kemunculan para pelancong itumembuat kesibukan tersendiri di kota kami. Biasanya kami duduk-duduk di gerbangkota menandangi para pelancong yang selalu muncul berombongan mengendaraikuda, keledai, unta, atau permadani terbang dan juga kuda sembrani. Mereka datangdari segala penjuru dunia. Dari negeri-negeri jauh yang gemerlapan.Di bawah langit senja yang kemerahan kedatangan mereka selalu terlihat bagaikansiluet iring-iringan kafilah melintasi gurun perbatasan, membawa bermacamperbekalan piknik. Berkarung-karung gandum yang diangkut gerobak pedati, dagingasap yang digantungkan di punuk unta terlihat bergoyang-goyang, roti kering yangdisimpan dalam kaleng, botol-botol cuka dan saus, biskuit dan telor asin, rendangdalam rantang—juga berdus-dus mi instan yang kadang mereka bagikan pada kami.Penampilan para pelancong yang selalu riang membuat kami sedikit merasa terhibur.Kami menduga, para pelancong itu sepertinya telah bosan dengan hidup mereka yangsudah terlampau bahagia. Hidup yang selalu dipenuhi kebahagiaan ternyata bisamembosankan juga. Mungkin para pelancong itu tak tahu lagi bagaimana caranyamenikmati hidup yang nyaman tenteram tanpa kecemasan di tempat asal mereka.Karena itulah mereka ramai-ramai piknik ke kota kami: menyaksikan bagaimanaperlahan-lahan kota kami menjadi debu. Kami menyukai cara mereka tertawa, saatmereka begitu gembira membangun tenda-tenda dan mengeluarkan perbekalan, laluberfoto ramai-ramai di antara reruntuhan puing-puing kota kami. Kami sepertimenyaksikan rombongan sirkus yang datang untuk menghibur kami.Kadang mereka mengajak kami berfoto. Dan kami harus tampak menyedihkan dalamfoto-foto mereka. Karena memang untuk itulah mereka mengajak kami berfotobersama. Mereka tak suka bila kami terlihat tak menderita. Mereka menyukai wajahkami yang keruh dengan kesedihan. Mata kami yang murung dan sayu. Sementaramereka—sembari berdiri dengan latar belakang puing-puing reruntuhan kota—berpose penuh gaya tersenyum saling peluk atau merentangkan tangan lebar-lebar.Mereka segera mencetak foto-foto itu, dan mengirimkannya dengan merpati-merpatipos ke alamat kerabat mereka yang belum sempat mengunjungi kota kami.Belakangan kami pun tahu, kalau foto-foto itu kemudian dibuat kartu pos dandiperjualbelikan hingga ke negeri-negeri dongeng terjauh yang ada di balik pelangi.Pada kartu pos yang dikirimkannya itu, para pelancong yang sudah mengunjungi kotakami selalu menuliskan kalimat-kalimat penuh ketakjuban yang menyatakan betapaterpesonanya mereka saat menyaksikan kota kami perlahan-lahan runtuh dan lenyap.Mereka begitu gembira ketika melihat tanah yang tiba-tiba bergetar. Bagai ada nagamenggeliat di
Bagi para pelancong itu, kota kami adalah kota paling menakjubkan yang pernahmereka saksikan. Mereka telah berkelana ke sudut-sudut dunia, menyaksikan beragamkeajaiban di tiap kota. Mereka telah menyaksikan menara-menara gantung yangdibuat dari balok-balok es abadi, candi-candi megah yang disusun serupa tiara;menyaksikan seekor ayam emas bertengger di atas katedral tua sebuah kota yangselalu berkokok setiap pagi. Mereka juga telah melihat kota dengan kanal-kanal yangdialiri cahaya kebiru-biruan. Kepada kami para pelancong itu juga bercerita perihalkota kuno yang berdiri di atas danau bening, dengan rumah-rumah yang beranda-berandanya saling bertumpukan, dan jalan-jalannya yang menyusur dinding-dindingmenghadap air, hingga menyerupai kota yang dibangun di atas cermin; kota dengan jalan layang menyerupai jejalin benang laba-laba; sebuah kota yang menyerupaibenteng di ujung sebuah teluk, dengan jendela-jendela dan pintu-pintu yang selalutertutup menyerupai gelapanggur dan hanya bisadilihat ketika senja kala. Bahkanmereka bersumpah telah mendatangi kota yang hanya bisa ditemui dalam imajinasiseorang penyair. Tapi kota kami, menurut mereka, adalah kota paling ajaib yangpernah mereka kunjungi.Para pelancong menyukai kota kami karena kota kami dibangun untuk menantikeruntuhan. Banyak kota dibangun dengan gagasan untuk sebuah keabadian, tetapitidak dengan kota kami. Kota kami berdiri di atas lempengan bumi yang selalubergeser. Kau bisa membayangkan gerumbul awan yang selalu bergerak danbertabrakan, seperti itulah tanah di mana kota kami berdiri. Membuat semuabangunan di kota kami jadi terlihat selalu berubah letaknya. Barisan pepohonanseakan berjalan pelan. Lorong-lorong, jalanan, dan sungai selalu meliuk-liuk. Danketika sewaktu-waktu tanah terguncang, bangunan dan pepohonan di kota kamisaling bertubrukan, rubuh dan runtuh menjadi debu—serupa istana pasir yang seringkau buat di pinggir pantai ketika kau berlibur menikmati laut.Rupanya itulah pemandangan paling menakjubkan yang membuat para pelancong ituterpesona. Para pelancong itu segera menghambur berlarian menuju bagian kota kamiyang runtuh, begitu mendengar kabar ada bagian kota kami yang tergoncang porak-poranda. Dengan handycam mereka merekam detik-detik keruntuhan itu. Merekaterpesona mendengar jerit ketakutan orang-orang yang berlarian menyelamatkan diri,gemeretak tembok-tembok retak, suara menggemuruh yang merayap dalam tanah.Itulah detik-detik paling menakjubkan bagi para pelancong yang berkunjung ke kotakami; seolah semua itu atraksi paling spektakuler yang beruntung bisa merekasaksikan dalam hidup mereka yang terlampau bahagia. Lalu mereka memotret mayat-mayat yang tertimbun balok-balok dan batu bata. Mengais reruntuhan untukmenemukan barang-barang berharga yang bisa mereka simpan sebagai kenangan.Saat malam tiba, dan bintang- bintang terasa lebih jauh di langit hitam, para pelancongitu bergerombol berdiang di seputar api unggun sembari berbagi cerita. Memetikkecapi dan bernyanyi. Atau rebahan di dalam tenda sembari memainkan harmonika.Dari kejauhan kami menyaksikan mereka, merasa sedikit terhibur dan tak terlalumerasa kesepian. Bagaimanapun kami mesti berterima kasih karena para pelancong itumau berkunjung ke kota kami. Mereka membuat kami semakin mencintai kota kami.Membuat kami tak hendak pergi mengungsi dari kota kami. Karena bila para
ceruk bumi—atau seperti ketika kau merasakan kereta bawah tanahmelintas menggemuruh di bawah kakimu. Betapa menggetarkan melihat pohon-pohon bertumbangan dan rumah-rumah rubuh menjadi abu. Membuat hidup parapelancong yang selalu bahagia itu menjadi lengkap, karena bisa menyaksikan segalasesuatu sirna begitu saja.
pelancong itu menganggap kota kami adalah kota yang penuh keajaiban, kenapa kamimesti menganggap apa yang terjadi di kota kami ini sebagai malapetaka atau bencana?Seperti yang sering dikatakan para pelancong itu pada kami, setiap kota memangmemiliki jiwa. Itulah yang membuat setiap kota tumbuh dengan keunikannya sendiri-sendiri. Membuat setiap kota memiliki kisahnya sendiri-sendiri. Keajaiban tersendiri.Setiap kota terdiri dari gedung- gedung, sungai-sungai, kabut dan cahaya serta jiwapara penghuninya; yang mencintai dan mau menerima kota itu menjadi bagiandirinya. Kami sering mendengar kota-kota yang lenyap dari peradaban, runtuhtertimbun waktu. Semua itu terjadi bukan karena semata-mata seluruh bangunan kotaitu hancur, tetapi lebih karena kota itu tak lagi hidup dalam jiwa penghuninya. Kamitak ingin kota kami lenyap, meski sebagian demi sebagian dari kota kami perlahan-lahan runtuh menjadi debu. Karena itulah kami selalu membangun kembali bagian-bagian kota kami yang runtuh. Kami mendirikan kembali rumah-rumah, jembatan,sekolah, tower dan menara, rumah sakit-rumah sakit, menanam kembali pohon-pohon, hingga di bekas reruntuhan itu kembali berdiri bagian kota kami yang hancur.Kota kami bagaikan selalu muncul kembali dari reruntuhan, seperti burung phoenixyang hidup kembali dari tumpukan abu tubuhnya.Kesibukan kami membangun kembali bagian kota yang runtuh menjadi tontonan jugabagi para pelancong itu. Sembari menaiki pedati, para pelancong itu berkeliling kotamenyaksikan kami yang tengah sibuk menata reruntuhan. Mereka tersenyum danmelambai ke arah kami, seakan dengan begitu mereka telah menunjukkan simpatipada kami. Sesekali para pelancong itu berhenti, membagikan sekerat biskuit,sepotong dendeng, sebotol minuman, atau sesendok madu— kemudian kembali pergiuntuk melihat-lihat bagian lain kota kami yang masih bergerak bertabrakan danhancur. Kemudian para pelancong itu pergi dengan bermacam cerita ajaib yang akanmereka kisahkan pada kebarat dan kenalan mereka yang belum sempat mengunjungikota kami. Mereka akan bercerita bagaimana sebuah kota perlahan- lahan hancur dantumbuh kembali. Sebuah kota yang akan mengingatkanmu pada yang rapuh,sementara, dan fana. Sebuah kota yang membuat para pelancong berdatangan inginmenyaksikannya.Bila kau merencanakan liburan akhir pekan—dan kau sudah bosan piknik ke kota-kotabesar dunia yang megah dan gemerlap—ada baiknya kau berkunjung ke kota kami. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan penderitaan kami. Mungkin itubisa membuatmu sedikit terhibur dan gembira. Berwisatalah ke kota kami. Jangankhawatir, kami pasti akan menyambut kedatanganmu dengan kalungan bunga-ai